Wenny Maya ArlenaVeranus SidhartaAzwar Azwar
Pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan TPB/SDGs dalam menjaga kualitas lingkungan hidup memerlukan partisipasi dari semua pihak khususnya masyarakat. Partisipasi itu dalam bentuk menjaga lingkungan yang sehat tanpa pencemaran yang diakibatkan oleh sampah. Salah satu aspek utama dalam menjaga dan meningkatan kualitas lingkungan adalah kepedulian masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dalam lingkungan sosial mereka. Tujuan penelitian ini untuk melihat model komunikasi partisipatif masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Selain itu penelitian ini juga melihat faktor apa saja yang menjadi penentu partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Petukangan Utara RT 10, RW 2, Pesangrahan, Jakarta Selatan. Penelitian ini merujuk pada Teori Komunikasi Partisipatif yang diilhami oleh pemikiran Paulo Freire, Luis Ramiro Beltran, dan Juan Diaz Bordenave. Komunikasi partisipatif adalah proses perubahan sosial yang beorientasi terhadap kondisi lingkungan kehidupan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini adalah kehadiran Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nyiur menciptakan capacity building bagi masyarakat melalui dialog dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mendorong terbentuknya kesadaran dan kemadirian serta pengetahuan dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian dapat menciptakan nilai ekonomi tambah dan kreativitas dengan melakukan daur ulang sampah.
Reni SesmawatiDompak NapitupuluSafril Hadi
Nurul IlmaAndi NuddinMakhrajani Majid
Ni Made YuliasihI Made AdhikaI Gede Mahardika
Joleha JolehaElvi YenieImam SuprayogiBochari Bochari
Ade JuniardiAsrinawaty AsrinawatyM. Bahrul Ilmi