Nabila Mega PermataAgus MunandarEvan Gavriel Harazaki
Atribut pada arca merupakan salah satu aspek paling penting dalam ikonografi arca. Beberapa arca perwujudan memiliki atribut istimewa sebagai identitas dari tokoh yang diarcakan. Arca Perwujudan merupakan arca yang digunakan dalam aktivitas religi agama Hindu dan Buddha pada Upacara Sraddha, yakni upacara yang diadakan 12 tahun setelah kematian raja atau ratu yang bersangkutan. Atribut istimewa merupakan atribut yang hanya terdapat pada arca perwujudan dan tidak dimiliki oleh arca non-perwujudan dan atribut-atribut yang ditemukan terbatas pada beberapa arca saja. Beberapa arca perwujudan yang dibahas dalam telaah ini adalah arca perwujudan dari tokoh perempuan Gayatri, Tribhuwanatunggadewi, dan Suhita. Adanya atribut istimewa didasarkan oleh konsep tertentu yang disebut makna. Untuk mengungkap makna di balik atribut istimewa arca perwujudan diperlukan kajian semiotika Peirce. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana makna atribut-atribut istimewa dari arca-arca perwujudan serta hubungan makna tersebut dengan tokoh yang diarcakan. Berdasarkan kajian semiosis pada atribut istimewa arca perwujudan, diketahui Tribhuwanatunggadewi beraliran Siwa-Buddha dan Suhita menerapkan pengetahuan politik pemerintahan dan kebudayaan pada masa pemerintahannya, serta memperkuat keterangan mengenai peranan Gayatri dan Tribhuwanatunggadewi sebagai makalamanggalya.
Nirmawala NirmawalaHamsah HamsahReza Afandy Ghulam
Ibrahim Adi SuryaErwin Windu PranataMuhamad Akbar
Wegig MurwonugrohoMiftakhudin Miftakhudin