JOURNAL ARTICLE

Pemberdayaan Masyarakat Pesantren Melalui Survei Mawas Diri untuk Mewujudkan Pesantren Sehat pada Pondok Pesantren Nurul Hidayah

Irma PrasetyowatiIda Srisurani WijiastutiZulfa Mazida

Year: 2022 Journal:   ABDIMAYUDA Indonesia Journal of Community Empowerment for Health Vol: 1 (2)Pages: 60-60

Abstract

Abstract. Islamic boarding school is a place where students gather in one room such as sleeping, eating, studying and using shared bathrooms so that it becomes a risky place for disease transmission. The activity stages started from setting priorities for existing problems using the USGF (Urgency, Seriousness, Growth, Feasibility) matrix and next stage conducted an introspective survey. Diarrhea is the first priority health problem in the Nurul Hidayah Islamic boarding school. The results of the introspective survey stated that all students did not wash their hands with soap before and after eating and defecating or urinating, all students also often consumed food from outside. Based on observation, the Nurul Hidayah Islamic boarding school did not have a handwashing area yet, a closed trash can, and a Poskestren. Empowerment of the pesantren community through an Mawas Diri survey resulted in setting priorities for health problems in the Nurul Hidayah Islamic boarding school environment, namely diarrheal disease. From the results of filling in the introductory survey instrument, behavioral and non-behavioral (enivornment and policy) factors will be obtained that were at risk of disease transmission, especially diarrhea. Keywords: empowerment, Mawas Diri survey, Islamic boarding school Abstrak. Pondok pesantren merupakan tempat berkumpulnya para santri dalam satu kamar seperti tidur, makan, ruang belajar dan penggunaan kamar mandi bersama sehingga menjadi tempat berisiko penularan penyakit. Tahapan kegiatan dimulai dari menetapkan prioritas permasalahan yang ada menggunakan matriks USGF (Urgency, Seriousness, Growth, Feasibility), dan selanjutnya adalah tahap pelaksanaan survei mawas diri. Hasil survey menyatakan penyakit diare menjadi prioritas masalah kesehatan yang pertama di pondok pesantren Nurul Hidayah Kabupaten Jember. Hasil survey mawas diri menyatakan bahwa seluruh santri tidak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan dan BAB atau BAK, seluruh santri juga sering mengkonsumsi makanan dari luar. Berdasarkan hasil observasi, pondok pesantren Nurul Hidayah belum memiliki tampat cuci tangan, tempat sampah tertutup, dan Poskestren; dan pemberdayaan masyarakat pesantren melalui survey mawas diri menghasilkan penetapan prioritas masalah kesehatan di lingkungan pesantren Nurul Hidayah Kabupaten Jember yaitu penyakit diare. Dari hasil pengisian instrumen survei mawas diri akan didapatkan hasil faktor perilaku (santri tidak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan, seluruh santri juga sering mengkonsumsi makanan dari luar) dan non perilaku (lingkungan dan kebijakan) yang berisiko terjadinya penularan penyakit khususnya diare. Kata Kunci: pemberdayaan, survei mawas diri, pondok pesantren

Keywords:
Boarding school Psychology Medicine Islam Geography

Metrics

3
Cited By
2.73
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
5
Refs
0.80
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Public Health and Nutrition
Health Sciences →  Medicine →  Pediatrics, Perinatology and Child Health
Education and Character Development
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
Educational Methods and Impacts
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.