Tulisan ini mengangkat salah satu cerita rakyat yang ada di kota Lubuklinggau yaitu cerita Bujang Kurap; Tujuh Lidi Sakti, Tujuh Mata Air, dengan menitikberatkan pada aspek nilai-nilai ajaran agama yang ada dalam cerita tersebut. Cerita rakyat ini sangat melegenda di masyarakat Lubuklinggau hingga saat ini. Akan tetapi, sangat disayangkan karena penutur atau tukang cerite di Lubuklinggau sudah tidak ada. Sehingga proses rekonstruksi cerita-cerita rakyat harus segera dilakukan. Adapun tujuan dari tulisan ini untuk mengungkap nilai-nilai ajaran agama apa saja yang terdapat dalam cerita rakyat tersebut. Ada 2 nilai ajaran agama yang bisa diambil dari cerita ini, yaitu nilai moral religius dan nilai sopan santun
Muhammad Andre JulianAgus SusiloIsbandiyah Isbandiyah