Pada saat ini ilmu komunikasi berkembang dengan pesat untuk membantu melancarkan kegiatan komunikasi antar pribadi dimana komunikasi antar pribadi ini dapat digunakan untuk menjalin hubungan yang lebih baik bagi konseler untuk membantu cliennya menjadi lebih terbuka dan saling percaya. Bagi clien penyalahgunaan NAPZA yang sedang direhabilitasi, bagaimana komunikasi antar pribadi terhadap proses pendampingan rehabilitasi serta faktor penghambat apa yang terjadi saat proses rehabilitasi. Untuk mencapai tujuan tersebut di pilih penelitian bersifat deskriftif kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat penelitian serta menganalisa kebenarannya berdasarkan data yang diperoleh. Metode pendekatan penelitian kualitatif, di dalam teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pembahasannya dianalisis melalui hasil wawancara serta menggunakan interprestasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, dimana informan terdiri dari 3 pengurus dan 3 pecandu NAPZA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui komunikasi antar pribadi yang lembut, saling percaya dan penuh kesabaran, membantu kelancaran dalam proses penyembuhan mereka. Perubahan secara mental yang dialami korban penyalahgunaan NAPZA di Inabah II Putri itu lebih mengarah pada rehabilitasi spiritual dengan sholat, berbanyak berzikir, dan mengaji. Adapun implikasi dari penelitian ini para pecandu NAPZA setelah menjalani proses rehabilitasi yang dipandu dengan komunikasi antar pribadi yg lembut dan penuh kesabaran di Inabah banyak perubahan yang mereka alami, dimana pecandu NAPZA menjadi lebih berani membuka diri dengan keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Gunawan GunawanGunawan Gunawan