Abdul Hakim Muksit Al-GofarDidin SahidinAri Kartini
Latar belakang masalah penelitian ini menitik beratkan pada kajian campur kode pada siaran radio yang dituturkan oleh penyiar, bahwa dalam sebuah siaran radio penyiar sering memasukkan unsur bahasa lain baik bahasa daerah, atau bahasa asing ke dalam bahasa yang penyiar gunakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Kemudian untuk teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik studi dokumenter yaitu dengan cara menghimpun dan menganalisis dokumen rekaman. Sumber data yaitu sebuah rekama suara edisi 8 dan 9 April 2021 dengan judul program Bianglala Pagi, dan penyiar radio itu sendiri. Untuk data yang diambil dalam penelitian ini yaitu campur kode pada siaran Radio Reks edisi 8 dan 9 April 2021 dengan judul Program Bianglala pagi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah terdapat wujud campur kode yang berupa kata 17 data, wujud campur kode berupa frasa 23 data, dan wujud campur kode berupa klausa 25 data. Sedangkan jenis campur kode terdapat jenis campur kode ke dalam 59 data, jenis campur kode ke luar 4 data, jenis campur kode campuran 2 data. Latar belakang dari terjadinya campur kode penyiar mengatakan karena, memiliki bahasa Ibu yang sama, untuk mencari padanan kata yang pas, ingin menciptakan situasi yang santai, adanya maksud tertentu yaitu ingin menyidir, dan reflek.
Oky Yahya ApriliaCandra AlfiyaniElen Inderasari