Fajar Agung Dwi HartantoAmanda MarselinMaria Putri Sari Utami
Latar belakang : Organisasi Kesehatan Dunia WHO (World Health Organisation) memperkirakan jumlah penderita diabetes melitus (DM) di Indonesia akan terus meningkat. Ulkus diabetikum adalah salah satu komplikasi diabetes yang erat kaitannya dengan morbiditas, kematian, dan kualitas hidup serta merupakan komplikasi yang paling serius dari diabetes melitus. Kepatuhan seseorang yang menderita luka diabetik untuk menjalani diet DM akan mempengaruhi penyembuhan luka diabetik. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet DM dan kejadian ulkus diabetik. Metode : Merupakan penelitian analitik korelatif menggunakan desain crossectional untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet dengan kejadian ulkus diabetik. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 39 pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu pasien DM, sedang menjalani perawatan luka ulkus diabetik dan bersedia menjadi responden. Hasil : Dari hasil uji statistik Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat korelasi atau hubungan antara kepatuhan diet dengan derajat ulkus. Hubungan antara kedua variabel tersebut tidak siginifikan (p-value 0,795) dengan koefisien korelasi 0,043. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan kejadian ulkus diabetik. Kata kunci: Kepatuhan diet, ulkus diabetik, diabetes melitus
Sri Dewi MegayantiS.Kep. Ns. Putu Inge Suantika
Syahid amrullah SyahidRizki Akbar RamadhanDinarwulan PuspitaKharisma Pratama
Anggraini Puspita AyuI Gusti Ayu Sri Pudja Warnis WijayantiMasadah Masadah
Ida SuryawatiNanda FitriaYudi Akbar