Penelitian ini memiliki fokus kajian tentang pertukaran politik dalam proses penentuan calon tunggal di Pilkada Kabupaten Pasuruan 2018 dengan penekanan dua rumusan masalah, yaitu bagaimana proses penentuan calon tunggal di Pilkada Kabupaten Pasuruan dan bagaimana bentuk pertukaran politik dan implikasinya dalam penentuan calon tunggal tersebut. Analisisnya menggunakan teori pertukaran klientelistik Hopkin (2006). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe analisis deskriptif yang digunakan untuk mengkaji studi kasus tertentu. Teknik pengumpulan data melalui studi literatur, dokumentasi, observasi dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penentuan calon tunggal di Pilkada Kabupaten Pasuruan tidak bisa lepas dari peran determinan formal; partai politik dan KPU Kabupaten Pasuruan dan peran determinan non-formal; elite agama dan determinasi politik aliran. Penelitian ini mengungkap bahwa pertukaran politik terjadi antara calon tunggal dengan partai politik, calon tunggal dengan KPU Kabupaten Pasuruan dan calon tunggal dengan pemilih loyalis berbasis politik aliran. Bentuk pertukarannya ada dua; ekonomis dan tradisional. Pertukaran ekonomis diberikan kepada partai politik lokal seperti modalitas politik untuk Pileg 2019 dan fasilitas kantor partai politik. sedangkan pertukaran tradisional diberikan kepada KPU Kabupaten Pasuruan dan pemilih loyalis berupa peningkatan anggaran Pilkada, program populis dan perekrutan pegawai kontrak di sektor pendidikan dan sosial.
Suryaningsih SuryaningsihRianda Prima PutriRizki Afri MulyaZamhasari ZamhasariTengku Fahrul Gafar
Asiyah AsiyahFikri RizaRahmad KurniadiAhmad RiyadiMuhammad NurMuhammad AndriansyahIvan Rahmat Joanda
Gerry Rizky Andrean SupitAG Eka Wenats Wuryanta