JOURNAL ARTICLE

Sosialisasi Pemahaman Perceraian Dalam Pernikahan Kristen Bagi Mahasiswa Teologi

Abstract

The family is an institution built by God Himself through a marriage, therefore it is a noble thing, which is given by God to humans. Genesis 1:28 records that God blessed Adam and Eve before they were commanded to reproduce. Therefore, marriage must be carried out by a man and a woman on the basis of harmony, one heart, agreement, full of love, trust in one another, and rely on God's grace. Marriage must not be carried out by trial and error, damaged by lack of wisdom, insulted or defiled; marriage should be respected and upheld by fearing the Lord and remembering God's purpose in marriage. In Matthew 19 God concludes, “ὃ οὖν ὁ θεὸς συνέζευξεν ἄνθρωπος μὴ χωριζέτω” (Therefore, what God has joined together, man should not divorce). This truth is proof that God actually builds families and blesses with the aim that households on earth live in God's plan, namely carrying out God's mission on this earth. AbstrakKeluarga adalah lembaga yang dibangun oleh Allah sendiri melalui sebuah pernikahan, oleh karenanya hal ini adalah mulia, yang dikaruniakan Tuhan kepada manusia. Kejadian 1:28 mencatat bahwa Tuhan memberkati Adam dan Hawa sebelum mereka diperintahkan untuk beranak cucu. Oleh karenanya pernikahan harus dilakukan oleh laki-laki dan perempuan dengan dasar rukun, sehati, setujuan, penuh kasih sayang, percaya seorang akan yang lain, dan bersandar kepada kasih karunia Tuhan. Pernikahan tidak boleh dilakukan dengan coba-coba, dirusak oleh karena kurang bijaksana, dinista atau dinajiskan; pernikahan harus dihormati dan dijunjung tinggi dengan takut akan Tuhan serta mengingat tujuan Allah dalam pernikahan. Dalam Matius 19 Tuhan menyimpulkan, “ὃ οὖν ὁ θεὸς συνέζευξεν ἄνθρωπος μὴ χωριζέτω” (karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia). Kebenaran tersebut menjadi bukti bahwa Allah secara nyata membangun keluarga dan memberkati dengan tujuan agar rumah tangga dibumi hidup dalam rencana Allah yaitu melaksanakan misi Allah atas bumi ini.

Keywords:
Psychology Theology Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
3
Refs
0.52
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Contemporary Christian Leadership and Education
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Religious studies
Marriage and Family Dynamics
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Theology and Canon Law Studies
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Religious studies

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Studi Teologi Pernikahan dalam Kitab Hosea: Refleksi bagi Pernikahan Kristen Saat Ini

Fida Tronika MatangSugeng Surjana Adi

Journal:   ICHTUS Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Year: 2025 Vol: 3 (2)Pages: 97-105
JOURNAL ARTICLE

Implementasi Pemahaman Teologi Pernikahan Umat Hindu dan Kristen Di Pintubesi Bagi Kerukunan

Dyulius Thomas BiloHasahatan Hutahaean

Journal:   Jurnal Penelitian Agama Hindu Year: 2023 Vol: 7 (2)Pages: 121-134
JOURNAL ARTICLE

Kualifikasi Kedewasaan Iman Dalam Pernikahan Kristen Untuk Meminimalkan Perceraian

Hasrat LaoliMoses Wibowo

Journal:   Visio Dei Jurnal Teologi Kristen Year: 2024 Vol: 6 (1)Pages: 1-13
JOURNAL ARTICLE

Pemahaman Pembangunan Doktrin Kekudusan Allah bagi Mahasiswa Teologi

Agus Prayitno

Journal:   Filadelfia Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Year: 2020 Vol: 1 (1)Pages: 60-77
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.