Sri WahyuniYustina AnantiChentia Misse Issabella
Anemia kehamilan memiliki kontribusi terhadap kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Kejadian anemia kehamilan di Indonesia tahun 2013 sebesar 37,1% dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 48,9%. Kejadian kelahiran BBLR di negara berkembang sebesar 95,6%, dan BBLR merupakan salah satu penyebab kematian neonatal di Indonesia. Angka kematian neonatal (AKN) tahun 2012 sebesar 19/1.000 KH menurun di tahun 2017 menjadi 15/1.000 kelahiran hidup (KH), namun angka tersebut belum mencapai target SDG’s (Sustainable Development Global Goals) yaitu 12/1.000 KH. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan anemia kehamilan dengan kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literatur Review (SLR). Sampel yang digunakan sebanyak 13 jurnal internasional dan nasional menggunakan data base Google scholar, Pubmed dan NCBI. Hasil Penelitian ini menunjukkan sebesar 92,3% (12 Jurnal) ada hubungan anemia kehamilan dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah. Penyebab terbesar anemia kehamilan berdasarkan jurnal yaitu kekurangan zat besi sebesar (46,1%) diikuti penyebab tingkat pendidikan sebesar 7,6%, status ekonomi rendah sebesar (7,6%), dan nutrisi (7,6%). Kejadian BBLR dari ibu anemia dalam kehamilan sebesar 92,3%. kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan anemia kehamilan dengan kejadian BBLR.
Efa MegawatiArie J. PitonoMira Miraturrofi’ah
Nurul Annisa AmiruddinAlifia Ayu DelimaHenny Fauziah
Sri HandayaniAprilina AprilinaMeita HipsonWita Solama
Nurul Aini Wurdi NingsihSri Sumarmi
Rini HandayaniNurry Ayuningtyas KusumastutiNuryanti Nuryanti