Pebri MaylaniSulisworo Kusdiyati
Abstract. Various problems arise due to online learning. If it occurs over a long period of time, it can result in students experiencing academic burnout. One study highlights that students with low academic burnout are associated with high resilience abilities. A high level of resilience provides protection from various problems. it is certain that resilience is an important factor in maintaining academic performance. This study was to identify the effect of resilience on academic burnout students of the COVID-19 Pandemic. This study uses a quantitative approach with causality method. Measurements were carried out using 3 measuring instruments, namely the Student-Life Stress Inventory (SLSI), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), and the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). The research sample amounted to 440 students from 8 universities in the city of Bandung who were selected through cluster random sampling. The results were as follows. Males were found to have scored significantly higher than females on measures of resilience (M=67.84; SD=14.849). Females were found to have scored significantly higher than males on measures of academic burnout (M=43.74; SD=13.420). Resilience has a negative effect on academic burnout (β=-.267; p<.05). The contribution of resilience to academic burnout was 7.1% (R 2 =.071). Keywords: Academic Burnout, COVID-19 Pandemic, Students, Resilience Abstrak. Berbagai permasalahan muncul akibat pembelajaran dalam jaringan. Jika terjadi dalam jangka waktu yang panjang dapat mengakibatkan mahasiswa mengalami academic burnout. Salah satu studi menyoroti bahwa mahasiswa dengan academic burnout yang rendah, dikaitkan dengan kemampuan resiliensi yang tinggi. Tingkat resiliensi yang tinggi memberikan perlindungan dari berbagai permasalahan dan dapat dipastikan bahwa ini merupakan faktor penting dalam menjaga kinerja akademik. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan data empiris terkait seberapa besar resiliensi memprediksi academic burnout mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausalitas. Pengukuran dilakukan menggunakan 3 alat ukur yaitu Student-Life Stress Inventory (SLSI), Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dan Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS). Sampel penelitian berjumlah 440 mahasiswa yang berasal dari 8 Perguruan Tinggi di Kota Bandung yang dipilih melalui cluster random sampling. Hasilnya adalah sebagai berikut. Laki-laki ditemukan memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi daripada perempuan pada ukuran resiliensi (M=67.84; SD=14.849). Perempuan ditemukan memiliki skor yang secara signifikan lebih tinggi daripada laki-laki pada ukuran academic burnout (M=43.74; SD=13.420). Resilensi berpengaruh secara negatif terhadap academic burnout (β=-.267; p< .05 ). Kontribusi resiliensi terhadap academic burnout adalah 7.1% (R 2 =.071). Kata Kunci: Academic Burnout, Mahasiswa, Pandemi COVID-19, Resiliensi
Dony Darma SagitaVriesthia Meilyawati
Ade Chita Putri HarahapSamsul Rivai HarahapDinda Permata Sari Harahap
Reka Adesty RahayuSulisworo KusdiyatiIhsana Sabriani Borualogo