Artikel ini membahas tentang penafsiran al-Zamakhsyari terhadap Ayat-Ayat mutasya>biha>t dengan fokus pembahasan bertolak dari permasalahan pokok, yaitu pemikiran teologis al-zamakhsyari terhadap ayat-ayat mutasya>biha>t dalam tafsir al-kasysya>f. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan tafsiri, linguistik, teologi dan historis. Seluruh data-data yang terkait dengan pemikiran al-Zamakhsyari dan terkhusus hasil penafsirannya dalam tafsir al-Kasysya>f dikumpulkan kemudian diolah dengan pendekatan tersebut di atas. Teknik analis data yang digunakan sebagai kajian kepustakaan menggunakan content analisis (analis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ayat mutasya>bih ialah ayat yang belum jelas atau samar penunjukannya. Kesamaran suatu ayat diakibatkan oleh beberapa hal, yaitu lafal, makna, dan dapat juga dari keduanya yakni lafal dan makna. (2) Al-Zamakhsyari mengakui eksistensi ayat-ayat mutasya>biha>t di dalam al-Qur’an. Disamping itu, al-Zamakhsyari mengakui pula kemampuan manusia memahami ayat-ayat mutasya>biha>t itu. (3) Al-Zamakhsyari menjelaskan makna sebagian huruf-huruf muqatt{}a’ah dan tidak sebagiannya. Ia menjelaskan makna sebagian ayat-ayat tajassum dan tidak menjelaskan sebagiannya.
Muhammad GalibAchmad AbubakarMusafir PabbabariMusafir Pabbabari
Muwaviyah Nihayatil ‘UlumMaryamul KholishohMoh. Hazmi Ayyubi
Safria AndyGhita Kinanti Pratiwi SembiringWildan Hamdani Nasution