JOURNAL ARTICLE

PENGOLAHAN LABU KUNING MENJADI BERBAGAI PRODUK OLAHAN PANGAN

Tanwirul MillatiUdiantoro UdiantoroRaihani Wahdah

Year: 2020 Journal:   SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol: 4 (1)Pages: 300-300

Abstract

ABSTRAKKecamatan Daha Selatan kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan merupakan daerah penghasil labu kuning. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan untuk campuran sayuran dan kue tradisional, seperti nagasari. Untuk meningkatkan nilai tambah dan penganekaragaman pangan lokal berbasis labu kuning dilakukan pelatihan mengenai pengolahan labu kuning. Pengolahan labu kuning dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengolahan labu kuning menjadi tepung dan pengolahan tepung labu kuning menjadi cake, kue kering, dodol dan kerupuk. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi ketrampilan dan pengetahuan pengolahan labu kuning kepada masyarakat dengan harapan dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang mewakili lima desa yang ada di kecamatan Daha Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengolah labu kuning menjadi beberapa produk olahan karena selain warna produknya menarik (kuning), rasanya enak dan produk olahan bermacam-macam. Produk olahan labu kuning oleh peserta akan diikutkan dalam pameran pembangunan yang diadakan di tingkat provinsi. Kata Kunci: labu kuning; nilai tambah; pangan lokal; penganekaragaman pangan; produk olahan pangan. ABSTRACTDaha Selatan, Hulu Sungai Selatan District, South Borneo is a sub district which produce pumpkin. Thus far, pumpkin is only used as vegetable mixture and traditional cake, such as Nagasari. The added value and diversification of pumpkin-based products can be increased by training in pumpkin processing. There is two step of pumpkin processing. First step is to processed pumpkin into flour and then the flour could be used to made food products such as, cake, cookies, dodol and crackers. The purpose of this activity is to provide the community with skills and knowledge in processing pumpkin with the expectation it can be developed as a source of family economy. This activity was attended by 22 representatives from five villages in Daha Selatan. The result of this activity show the community processed pumpkin with enthusiasm into various products because it has appealing color (yellow) and tastes good, beside that the products could be has more variance. Pumpkin product processed by participant would be included in development exhibition held at the provincial level. Keywords: pumpkin; added value, local food; food diversification; food products.

Keywords:
Physics Food science Chemistry

Metrics

15
Cited By
1.88
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
4
Refs
0.84
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Food and Agricultural Sciences
Life Sciences →  Agricultural and Biological Sciences →  Food Science

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Retensi Karoten Dalam Berbagai Produk Olahan Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch)

Novrina Rasinta RanontoNurhaeni NurhaeniAbd. Rahman Razak

Journal:   Natural Science Journal of Science and Technology Year: 2015 Vol: 4 (1)
JOURNAL ARTICLE

PENGOLAHAN PANGAN BERBAHAN DASAR JAGUNG MENJADI BERBAGAI PRODUK MAKANAN

Elly Rosana

Journal:   Jurnal Pengabdian Sriwijaya Year: 2015 Vol: 3 (2)Pages: 247-250
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.