Wahyu PrasetyoSuripin SuripinSri Sangkawati
Banjir tahunan yang terjadi di Sungai Beringin menyebabkan kerugian bagi masyarakat di sekitar Sungai Beringin, baik secara finansial maupun jatuhnya korban jiwa. Salah satu penyebab banjir Sungai Beringin dikarenakan perubahan tata guna lahan yang semula dari kawasan hutan menjadi daerah permukiman dan industri. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa DAS Beringin mengalami perubahan tata guna lahan yang signifikan dari tahun 1995 sampai 2015. Alih fungsi lahan tersebut menyebabkan debit banjir kala ulang 2 tahun meningkat dari 97,70 m3/dtk pada tahun 1995 menjadi 138,10 m3/dtk pada tahun 2015. Debit banjir ini melebihi prediksi debit banjir kondisi RTRW tahun 2011 – 2031 sebesar 112,40 m3/dtk. Skenario pengelolaan DAS Beringin efektif mereduksi debit banjir sebagai berikut pembangunan embung dengan kapasitas ± 27.780 m3 mampu mereduksi debit banjir dari 138,10 m3/dtk menjadi 95,20 m3/dtk atau sebesar 38,74%, sementara pembuatan sumur resapan sebanyak 7.978 buah dengan diameter 1,20 m dan kedalaman 3,00 m mampu mereduksi debit banjir dari 138,10 m3/dtk menjadi 101,00 m3/dtk atau sebesar 26,86%, dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mampu mereduksi debit banjir dari 138,10 m3/dtk menjadi 127,70 m3/dtk atau sebesar 7,53%. Kata kunci: DAS Beringin, debit banjir, tata guna lahan
Eko KrisnaPoltak Bp PanjaitanMessalina L Salampessy