JOURNAL ARTICLE

ANALISIS ETIKA ILMU PENGETAHUAN DALAM KITAB HIDAYATUS SALIKIN KARANGAN AL-PALIMBANI ABAD KE-18

Abstract

Pesatnya ilmu pengetahuan akibat pesatnya pendidikan yang berdampak pada peradaban Barat kerap kali menimbulkan kontradiksi tatkala mereka, terutama di bawah superioritas Amerika Serikat (AS), memaksakan dominasinya atas negara-negara lain di dunia melalui kekerasan. Indonesia sebagai sebuah negara dengan populasi Islam terbesar, sangat perlu mengangkat hasil karya dalam tradisi Islam Nusantara yang membicarakan langsung mengenai kajian atas esensi ilmu pengetahuan yang integral dengan masalah etika. Melalui metode penelitian kepustakaan, penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah analisis akademis mengenai etika berilmu, sebagai sebuah antitesis dari paradigma keilmuan Barat, menurut seorang Ulama-intelektual Sufi Palembang bernama Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani dalam karyanya di abad ke-18 yang berjudul Hidayatus Salikin. Penelitian ini membuktikan bahwa Syaikh Abdus Shamad Al-Palimbani di dalam kitab tersebut berpendapat bahwa ilmu pengetahuan harus bermanfaat bagi diri dan orang lain; terjauh dari riya’, ‘ujub, serta sum’ah; bukan untuk memperkaya diri; disertai rasa takut pada Allah; dan Abdus Shamad mencela perbuatan suka berdebat.

Keywords:
Humanities Philosophy

Metrics

4
Cited By
1.80
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.88
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Education and Character Development
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
Islamic Studies and Radicalism
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Arabic Language Education Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.