JOURNAL ARTICLE

Wisata Halal Dalam Dimensi Kesantunan Tindak Tutur

Habiburrahman HabiburrahmanNurmiwati NurmiwatiAkhmad H. Mus

Year: 2018 Journal:   IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Pages: 74-74

Abstract

Wisata halal yang umum dikenal selama ini adalah wisata syariah atau wisata religi. Pengertiannya tentu tidak selalu berwisata ke lokasi-lokasi religius seperti makam-makam Walisongo seperti yang selama ini banyak dilakukan orang. Jika wisata religi lebih mengedepankan aspek lokasi atau objek dan sejarah tempat wisata, maka wisata halal lebih mengedepankan aspek pelaku atau wisatawannya. Istilah wisata halal tidak hanya soal berkunjung ke lokasi religius, namun juga ke lokasi-lokasi umum dengan tetap menjaga adab sebagai Muslim dan memberikan fasilitas serta kemudahan bagi para wisatawan Muslim. Sesuai uraian tersebut maka aspek kesantunan tindak tutur sebagai salah satu indikator wisata halal dari aspek kemudahan komunikasi. Bagian tidak terpisahkan lainnya dari wisata halal ini adalah para pemandu wisata yang juga harus menyesuaikan diri dengan para wisatawan Muslim. Dalam komunikasi, kesantunan merupakan aspek penting dalam kehidupan untuk menciptakan komunikasi yang baik di antara pemandu wisata dan wisatawan. Misalnya dengan menjaga adab berkomuniasi, menggunakan pakaian yang sopan sesuai standar Muslim serta tidak lupa mengingatkan waktu beribadah tepat waktu kepada para wisatawan dengan bahasa yang santun. Bentuk kesantunan tindak tutur ini banyak kita temukan dalam sembilan fungsi tindak tutur saat memberikan layanan sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan tentang penggunaan kesantunan tindak tutur direktif di kalangan Jamaah Tablig dalam berdakwah, yaitu: (1) fungsi tindak tutur untuk menyatakan ajakan, (2) suruhan, (3) peringatan, (4) seruan, (5) imbauan, (6) persilaan, (7) anjuran, (8) harapan, dan (9) larangan. Pemakaian kesantunan tindak tutur dalam memberikan layanan prima terhadap para wisatawan dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu strategi kesantunan positif dan strategi kesantunan negatif. Kedua strategi kesantunan tersebut dapat menjadi indikator wisata halal dari aspek kemudahan komunikasi dengan menjaga adab berkomunikasi dan menciptakan situasi yang nyaman dengan lingkungan yang santun dari masyarakat sekitarnya.

Keywords:
Humanities Art

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.44
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Community-based Tourism Development and Sustainability
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Halal products and consumer behavior
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Coastal Management and Development
Physical Sciences →  Environmental Science →  Management, Monitoring, Policy and Law

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

KESANTUNAN TINDAK TUTUR DALAM INTERAKSI AKADEMIK

Muhammad SalehBaharman Baharman

Journal:   RETORIKA Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya Year: 2017 Vol: 8 (2)
JOURNAL ARTICLE

KESANTUNAN TINDAK TUTUR LISAN

Suko Winarsih

Journal:   DOAJ (DOAJ: Directory of Open Access Journals) Year: 2011
JOURNAL ARTICLE

KESANTUNAN TINDAK TUTUR LISAN

Suko Winarsih

Year: 2011 Vol: 3 (1)Pages: 45-60
JOURNAL ARTICLE

STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DALAM TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU

Sumarti Sumarti

Journal:   PROSIDING PRASASTI Year: 2014 Pages: 241-248
JOURNAL ARTICLE

Kesantunan dalam Tindak Tutur Melalui Kotowaza: Kajian Pragmatik

Iffatu Masrura Al Hakimi

Journal:   Jurnal SAKURA Sastra Bahasa Kebudayaan dan Pranata Jepang Year: 2024 Vol: 6 (2)Pages: 140-140
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.