<p>Tidak dipungkiri bahwa wanita selalu didiskusikan dalam berbagai kesempatan dan berbagai bidang, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan baik pada masa klasik maupun masa sekarang. Bahkan dalam kajian fikih terdapat pembahasan khusus tentang wanita. Kehadiran Nabi Muhammad S.A.W., dalam Islam sangat berpengaruh dan memberikan kemanfaatan khususnya untuk kaum wanita yang mengangkat harkat dan martabat kaum wanita, yang sebelumnya sangat direndahkan dengan serendah-rendahnya. Kaum wanita pada saat itu hanyalah dianggap sebagai pemuas nafsu para kaum laki-laki saja, atau sebagai pelengkap hidup, sehingga keberadaanya tidak jarang dianggap sebagai beban hidup, oleh karenanya tidak sedikit para orang tua, utamanya kaum laki-laki yang tidak menginginkan kehadiranya ditengah-tengah kehidupanya. Mereka tidak menghendaki kelahiran wanita. Diantara mereka ada yang mengubur wanita hidup-hidup hingga mati di kalang tanah, dan diantara mereka ada yang dibiarkan hidup, namun dalam kehidupan yang hina dan nista. Nabi Muhammad S.A.W., adalah panutan atau teladan yang baik (<em>uswah hasanah</em>)<em>. </em>Keteladanan Nabi Muhammad S.A.W., dalam mendidik istri-istrinya yang tercermin dalam sabdanya “rumahku adalah surga bagiku.” Pendekatan penelitian ini adalah telaah kepustakaan (<em>Library research</em>) untuk memperoleh informasi yang komprehensif tentang nilai pendidikan wanita dalam surat al-Ahzab ayat 28-35 dan ayat 59 aplikasinya dalam pendidikan Islam. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode tafsir maudhu’i, yaitu dengan cara meneliti ayat-ayat dari berbagai segi, dan melakukan analisi berdasarkan ilmu yang benar yang digunakan untuk menjelaskan pokok permasalahan, sehingga dapat memahami permasalahan dan maksud ayat-ayat tersebut dengan mudah. Adapun sumber yang peneliti pakai adalah tafsir al-Azhar karangan Prof. Dr. Hamka dan tafsir Jalalain karangan Jalaludin Asy-Syuyuthi dan Jalaludin Muhammad Ibn Ahmad Al-Mahali. Adapun nilai pendidikan wanita dalam surat al-Ahzab ayat 28-35 dan ayat 59 aplikasinya dalam pendidikan Islam yaitu: <em>Satu</em>, pendidikan akhlaq. Pendidikan akhlak dapat ditempuh dengan prilaku qonaat, selalu tetap dirumah, jujur, sabar, dan menjaga kehormatan. <em>Dua</em>, pendidikan ibadah. Pendidikan ibadah dapat ditempuh dengan amal sholeh, shalat, mengeluarkan zakat, taat kepada Allah dan Rasul, membaca al-Qur’an, berpuasa dan memakai jilbab. <em>Tiga</em>, pendidikan akidah. Pendidikan akidah dapat ditempuh dengan amalan dzikirullah (mengingat Allah S.W.T.)</p>
Fina Nailil RifqihLuqman Hakim
Hafid HafidKiki Miftahul Hakiki
Widiani HidayatiFaisal SalehFaisal SalehUniversitas Islam Indonesia