JOURNAL ARTICLE

Ekspresi puitik sakral pada bentuk arsitektur Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Paulus di Jakarta

Tine AbriantiPurnama Salura

Year: 2019 Journal:   ARTEKS Jurnal Teknik Arsitektur Vol: 4 (1)Pages: 99-110

Abstract

Arsitektur Gereja menampilkan ekspresi fungsinya secara berlapis. Lapis pertama dapat ditangkap secara perseptual melalui ekspresinya yang menunjukkan fungsi sakral. Lapis selanjutnya ditangkap secara asosiatif pada ekspresinya yang terpengaruh dari tradisi dan ideologi Gereja. Pada lapis yang tertinggi ekspresi sakral ditampilkan secara puitik. Ekspresi puitik yang tampil dalam arsitektur Gereja sangat mendukung fungsi sakralnya. Sifat puitik yang menggugah perasaan dan membangkitkan imajinasi sangat sesuai dengan fungsi sakral Gereja sebagai sebuah ambang yang menandai perbedaan dunia profan dan sakral, untuk mengantarkan jemaat kepada Allah yang disembahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri seluruh hubungan yang terjalin antara bentuk dan ruang arsitektur Gereja (GPIB) Paulus dengan ekspresi puitik sakral yang ditampilkan. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah perbendaharaan konsep tentang arsitektur Gereja serta bagi penelitian-penelitian yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertama, menggambar ulang bangunan GPIB Paulus, untuk mendapat pemahaman bentuk arsitektural yang tepat. Kemudian kedua, menganalisis tampilan bentuk arsitektur gereja. Analisis berlandas pada acuan membaca ekspresi puitik sakral, yang dirumuskan melalui elaborasi konsep lapis makna puitik sakral pada properti dan komposisi arsitektur di setiap lingkup arsitektur, yang meliputi lingkup lingkungan, lingkup tapak, lingkup bentuk bangunan, dan lingkup sosok bangunan. Berdasar hasil analisis dapat ditelusuri konsep lapis makna puitik sakral pada arsitektur Gereja Paulus. Hasil studi menyimpulkan bahwa arsitektur Gereja Paulus dalam lingkup tapak, bentuk, dan sosok bangunan menampilkan ekspresi sakral pada tingkat perseptual dan asosiatif. Dalam lingkup lingkungan arsitektur Gereja (GPIB) Paulus menampilkan ekspresi sakral pada tingkat yang puitik dari bentuk bangunannya. Proporsi atap berbentuk salib dengan menara yang menjulang tampil kontras dalam tatanan bentang alam yang berada di hadapannya, membangkitkan imajinasi tentang kediaman Allah di tempat maha tinggi.

Keywords:
Art Humanities Art history

Metrics

3
Cited By
5.31
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
8
Refs
0.95
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Contemporary Christian Leadership and Education
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Religious studies
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.