JOURNAL ARTICLE

Aplikasi Maslahah Ke Atas Pensyaratan Pelaksanaan Haji Atau Umrah Melalui Agensi Pengelola

Abstract

Ibadah Haji adalah rukun Islam kelima, manakala ibadah Umrah adalah salah satu ibadah yang sangat dituntut dalam Islam. Kedua-dua ibadah ini adalah hak Allah ke atas setiap muslim yang berkemampuan, dan dari sudut yang lain ia juga merupakan hak semua muslim untuk melakukannya. Memandangkan pelaksanaan kedua-dua ibadah ini melibatkan aspek-aspek yang pelbagai seperti keselamatan dan kesihatan, maka pihak yang bertanggungjawab dalam menguruskannya telah meletakkan beberapa syarat tambahan, di samping syarat-syarat yang telah diletakkan oleh Syarak. Antara syarat-syarat tambahan ini ialah, larangan mengerjakan haji atau umrah tanpa melalui agensi pengelola yang sah. Kajian ini bertujuan menilai syarat larangan ini dari sudut syarak, dengan menekankan aspek kemaslahatan dan kemudaratan. Kajian ini mengandungi tiga perbahasan utama, dengan perbahasan pertamanya menjurus kepada pengenalan tajuk kajian dan pengertian beberapa istilah yang digunakan. Perbahasan kedua pula menyoroti latar belakang hukum larangan ini, manakala perbahasan ketiga membincangkan penilaian hukum larangan tersebut menurut konsep Maslahah. Kajian ini akan menggunakan metod kualitatif dengan menjadikan kaedah-kaedah syarak secara umumnya dan konsep Maslahah secara khususnya sebagai sandaran dalam menilai sejauh mana larangan mengerjakan Haji dan Umrah tanpa melalui agensi pengelola menepati Syarak. Abstract: Hajj is the fifth pillar of Islam, while Umrah is considered among the highly encouraged deeds in Islam. Both worships are considered as the right of Allah upon every Muslim who are able to perform them while every Muslim has the right to go to Hajj and Umrah. Considering that, the practice of these worships involves various aspects such as security and health, the responsible party has imposed additional conditions to those who are willing to perform Hajj or Umrah including to use an operating agencies, which are recognized by the Saudi government. This study aimed to evaluate condition of restriction in the view of Shariah, by emphasizing the comparison between Maslahah (interest) and Mafsadah (harm). This study consists of three main discussions, which focuses on defining the terminologies, highlights the historical background of this restriction, and discusses the Islamic ruling of this restriction based on the concept of Maslahah. This study relies on the qualitative method by utilizing the concept of Maslahah in evaluating this restriction.

Keywords:
Hajj Humanities Theology Philosophy Islam

Metrics

1
Cited By
0.44
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.69
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Islamic Finance and Banking Studies
Social Sciences →  Business, Management and Accounting →  Accounting
Education and Islamic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
Linguistic, Cultural, and Literary Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

APLIKASI PELAKSANAAN HAJI DAN UMRAH BERBASIS MULTIMEDIA

Muhammad Ali Syakur

Journal:   Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa) Year: 2018
JOURNAL ARTICLE

Penyertaan Mahram Pada Pelaksanaan Haji Dan Umrah

Atiyatul UlyaMaulana Maulana

Journal:   Refleksi Year: 2018 Vol: 15 (2)Pages: 197-222
JOURNAL ARTICLE

Pelaksanaan Haji dan Umrah bagi Golongan Khuntha dan Mukhannath

Razali ShahabudinAnisah Ab Ghani

Journal:   Jurnal Figh/Jurnal fiqh Year: 2015 Vol: 12 (1)Pages: 79-94
DISSERTATION

Strategi Pelaksanaan Bimbingan Haji dan Umrah di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nurul Faizah Surabaya

Miftahul Hidayah

University:   PLoS ONE Year: 2009 Vol: 9 (11)Pages: e112681-e112681
JOURNAL ARTICLE

Aplikasi Al-Taysir Dalam Ibadat Haji dan Umrah Berdasarkan Keputusan Muzakarah Haji Kebangsaan

Raihanah AzhariAhmad Salahuddin Harun

Journal:   Jurnal Figh/Jurnal fiqh Year: 2019 Vol: 16 (2)Pages: 225-252
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.