JOURNAL ARTICLE

RESPON IKLIM TROPIS LEMBAB PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA (APLIKASI KRITIK ARSITEKTUR NORMATIF PADA STATSIUN PONCOL SEMARANG)

Eddy PriantoSigit Ashar Setyoaji

Year: 2015 Journal:   Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Unsiq/Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UNSIQ Vol: 2 (3)Pages: 177-189

Abstract

Dua permasalahan yang melatar belakangi perlunya dilakukan Kritik Arsitektur pada bangunan Cagar Budaya, Pertama, bahwa bangunan yang telah masuk dalam list Cagar Budaya ini tentunya telah terbukti memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan kebudayaan. Dan salah satu penyebab keawetan suatu bangunan adalah tingkat kekuatan element bangunannya dalam merespon cuaca. Kedua, bagaimanakah sebaiknya kita menyampaikan kritik pada suatu obyek cagar budaya ?Statsiun poncol merupakan salah satu Cagar Budaya di Kota Semarang. Bangunan karya Henry Maclaine Pont yang dibangun sekitar tahun 1914 dan berlokasi tidak jauh dari tepi pantai kota Semarang. Dengan Kritik Normatif terhadap element-element iklim setempat (pancaran sinar matahri, kelembaban, aliran udara dan curah hujan), didapatkan informasi disain arsitektur berbahan baja yang teraplikasi pada style arsitektur modern secara dominan dan berkualitas ‘ekstrime’ walau lokasinya rawan korosi.

Keywords:
Humanities Art Physics

Metrics

1
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.59
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Architectural and Urban Studies
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Conservation
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.