JOURNAL ARTICLE

KELOMPOK KADER PENANGANAN GANGGUAN JIWA

Komarudin KomarudinCahya Tribagus Hidayat

Year: 2016 Journal:   Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol: 2 (2)

Abstract

Selama ini masyarakat menganggap bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan masalah orang-orang yang memiliki gangguan jiwa saja atau yang kerap disebut orang awam sebagai orang gila. Padahal kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Selama ini penderita gangguan jiwa kerap mendapatkan perlakuan diskriminatif dari masyarakat,baik berupa isolasi sosial, pembatasan memperoleh akses kesehatan, hingga pemasungan fisik. Hal ini disebabkan adanya stigma yang berkembang di masyarakat yang menganggap penderita gangguan jiwa adalah orang aneh, berbahaya dan tidak dapat disembuhkan. Hal tersebut mengakibatkan penderita dan keluarga merasa malu dan terhina, sehingga mereka cenderung untuk menutupi penyakitnya dan menghindari pengobatan. Padahal gangguan jiwa merupakan tanggung jawab masyarakat dan pemerintah untuk mengobatinya, bukan untuk disembunyikan. Sehingga diperlukan pemahamam yang tepat bagi masyarakan pengenalan deteksi dini gangguan jiwa. Kader serta tokoh masyarakat yang merupakan pelaku utama dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di desa binaan, perlu dibekali dengan prinsip penggerakan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai pada kegiatan IbM Kelompok Kader adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mitra tentang cara deteksi dini pada keluarga dengan kasus gangguan jiwa. Sehingga mitra dapat mendata dan melaporkan apabila ada kasus gangguan jiwa yang ada di keluarga. Metode yang digunakan pada kegiatan IbM ini berdasarkan tahapan-tahapan, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Tahap persiapan yang dilakukan oleh pengusul adalah mengurus perijinan dan melakukan koordinasi dengan mitra; tahap pelaksanaannya adalah melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan pada kelompok kader jiwa, sedangkan tahap evaluasi yang dilakukan adalah melakukan evaluasi proses, evaluasi akhir dan evaluasi dampak. Kegiatan IbM yang dilakukan adalah 1) persiapan kegiatan yang terdiri dari pengurusan ijin dan kooordinasi; 2) pelaksanaaan kegiatan penyuluhan dan pelatihan kelompok kader jiwa; dan 3) evaluasi terhadap proses kegiatan dan hasil kegiatan. Hasil kegiatan IbM, setelah dilakukan penyuluhan tentang peran dan fungsi keluarga mengenal gangguan jiwa, pengetahuan Mitra 1 meningkat rata-rata sebesar 33,275 poin  sedangkan Mitra 2 meningkat sebesar 36,75 poin, Kegiatan IbM juga memberikan pelatihan kepada kader jiwa. Selama masa evaluasi, ada perubahan keahlian dan keterampilan dikedua mitra. Masing – masing mitra yang mengikuti pelatihan mampu mengenal cara deteksi secara dini keluarga dengan gangguan jiwa sesuai dengan materi yang telah diberikan. Kata Kunci: pelatihan, gangguan jiwa, peran masyarakat

Keywords:
Humanities Medicine Psychology Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.17
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Public Health and Nutrition
Health Sciences →  Medicine →  Pediatrics, Perinatology and Child Health
COVID-19 Prevention and Impact
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Healthcare Quality and Satisfaction
Health Sciences →  Health Professions →  General Health Professions

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

PERAN KADER KESEHATAN JIWA DALAM MELAKUKAN PENANGANAN GANGGUAN JIWA

Dwi Indah IswantiSri Lestari

Journal:   Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Year: 2018 Vol: 1 (1)Pages: 33-33
JOURNAL ARTICLE

Penyegaran Kader Kesehatan Jiwa Mengenai Deteksi Dini Gangguan Jiwa dan Cara Merawat Penderita Gangguan Jiwa

Ira KusumawatyYunike YunikeMarta Pastari

Journal:   JOURNAL OF COMMUNITY ENGAGEMENT IN HEALTH Year: 2020 Vol: 3 (1)Pages: 25-28
JOURNAL ARTICLE

Dukungan Kader kepada Orang dengan Gangguan Jiwa

Yesti PermataSolikhah SolikhahDyah Suryani

Journal:   Jurnal Cakrawala Promkes Year: 2022 Vol: 4 (2)Pages: 128-140
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.