Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi senyawa total fenolik ekstrak jonjot buah labu kuning. Labu kuning merupakan bahan pangan yang kaya vitamin A dan C, mineral, serta senyawa fenolik. Tanaman labu sebagai komoditas pangan minor, ternyata sangat kaya dengan senyawa bioaktif yang berperan sebagai antiokisidan yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Jonjot dalam pengolahan buah labuh kuning sering dijadikan limbah. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis laboratorium melalui tahapan-tahapan, penentuan dan pengambilan sampel, preparasi sampel, analisis kandungan senyawa fenolik dalam ekstrak ditentukan dengan metode Folin-Ciocalteu dan perhitungan kadar fenolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jonjot dari buah labu kuning memiliki kandungan total fenolik, sebagai berikut ekstrak dengan etanol EET-Jonjot 167,85 mg/kg dan ekstrak dengan Petroleum Eter yakni EPE-jonjot 15,20 mg/kg. Data menunjukan bahwa kandungan total Fenolik tertinggi terdapat pada Ekstrak dengan Etanol yakni EET-jonjot 167,85 mg/kg, Hal ini disebabkan oleh karena pelarut etanol yang bersifat polar dapat melarutkan senyawa yang polar.
Dokri GumolungMeiske Naomi Mamuaja