Abstract

Perempuan difabel adalah pihak yang memiliki kerentanan ganda dikarenakan kondisi disabilitasnya serta kerentanan mendapat diskriminasi karena dia seorang perempuan Hal diatas menjadi suatu rintangan dan hambatan bagi kaum difabel untuk melakukan aktifitas secara layak atau normal. Gangguan fisik yang dimiliki kaum difabel akan berdampak pada kepuasan hidup serta afek yang dirasakan individu selama hidupnya. Kualitas hidup seseorang dapat dilihat melalui subjective well-being (kesejahteraan subjektif). Subjective well-being merupakan evaluasi kognitif dan afektif seseorang tentang kehidupannya. Kajian ini bertujuan mengeksplorasi gambaran subjective well-being pada perempuan difabel dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Melihat kurangnya penelitian tentang subjective well-being pada perempuan difabel diharapkan kajian ini juga memberikan informasi pendukung tentang subjective well-being kepada pengelola kebijakan dalam membuat pengembangan potensi difabel serta membentuk lingkungan yang ramah difabel. Metode yang digunakan yakni kajian pustaka. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada perempuan difabel adalah penerimaan diri individu, penerimaan orang lain, pengungkapan diri, penilaian diri, keyakinan diri, kepedulian lingkungan, dukungan sosial, hubungan sosial dan faktor demografi seperti usia dan lama waktu sekolah.

Keywords:
Humanities Psychology Art

Metrics

3
Cited By
0.81
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.80
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Child Development and Education
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
Public Health and Nutrition
Health Sciences →  Medicine →  Pediatrics, Perinatology and Child Health
Student Stress and Coping
Social Sciences →  Psychology →  Developmental and Educational Psychology
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.