JOURNAL ARTICLE

TARI KECETAN DALAM TRADISI KEDUK BEJI DESA TAWUN KECAMATAN KASREMAN KABUPATEN NGAWI (MAKNA SIMBOLIS DAN SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL)

Retnaning Tyas Ayu NovitasariMuhammad Hanif

Year: 2017 Journal:   AGASTYA JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA Vol: 7 (01)   Publisher: Universitas PGRI Madiun

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis tari kecetan dan sumber pembelajaran sejarah lokal di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi yang digunakan untuk menguji kebenaran dan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu di Desa Tawun Kecamatan Kasreman Kabupaten Ngawi yakni Makna simbolis gerakan tari kecetan dan bisa dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Tari kecetan memiliki keunikan dengan menampilkan gerakan tari yang berada di dalam air Sendang Beji. Tari kecetan itu berasal dari kata “Kecet” yang berarti tumit, tumit itulah yang dijadikan sasaran untuk dipukul menggunakan bambu yang dilakukan oleh para pemuda pria. Gerakan tari dimulai dari gerakan rasa syukur terhadap Tuhan YME, kemudian memulai mengerjakan pekerjaan menguras sendang, memukul tumit ke orang lain yang dilakukan oleh pemuda pria serta menggambarkan warga sedang bergotong royong membersihkan Keduk Beji. Tari kecetan dalam tradisi keduk beji dilakukan turun temurun dan dilestarikan masyarakat Desa Tawun sejak jaman dahulu sehingga menjadi aset budaya Kabupaten Ngawi. Tari kecetan tersebut terdapat dalam pembelajaran sejarah lokal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas 4 SD pada kompetensi dasar 1.4. yaitu menghargai keragaman suku bangsa dan budaya setempat (Kabupaten/Kota, Propinsi) serta sudah digunakan dalam ekstrakurikuler dan setiap tahun tari ini dipertunjukkan dalam menyambut hari kemerdekaan. Dampak positif bagi generasi penerus adalah pentingnya mempelajari sejarah dan budaya lokal khususnya di Kabupaten Ngawi. Harapannya adalah mampu melestarikan dan menjaga budaya lokal yang dimiliki daerah tersebut.

Keywords:
Humanities Art

Metrics

4
Cited By
2.45
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
13
Refs
0.89
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Cultural and Artistic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Cultural and Religious Practices in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies
Arabic Language Education Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Education

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

MONOTEISME TEORITIS DALAM RITUAL KEDUK BEJI DI KABUPATEN NGAWI (KAJIAN SOSIO-RELIGI)

Novi Triana Habsari

Journal:   ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam Year: 2018 Vol: 6 (1)Pages: 89-89
JOURNAL ARTICLE

MAKNA SIMBOLIS TARI JARO ROJAB DI KECAMATAN WANGON KABUPATEN BANYUMAS

Galuh Lutfa PravitasariSetya Widyawati

Journal:   Greget Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Tari Year: 2024 Vol: 23 (1)Pages: 76-99
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.