Salah satu bentuk kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh manusia adalah perdagangan. Dapat dikatakan bahwa perdagangan merupakan kegiatan paling tua yang dilakukan oleh manusia dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. Aktivitas perdagangan merupakan kegiatan yang tidak asing bagi umat Islam. Bahkan jauh sebelum Islam lahir, kegiatan perdagangan telah maju pesat di kalangan orang-orang Arab pra-Islam. Karena salah satu aspek penting perekonomian masyarakat Arab praIslam adalah perdagangan.Mereka telah lama mengenal perdagangan bukan saja dengan sesama Arab,tetapi juga dengannon-Arab. Bahkan Mekah waktu itu merupakan pusat perdagangan dan perbelanjaan internasional yang besar, dan Islam lahir di miliu perdagangan Mekah. Begitu lekatnya Islam dengan aktivitas perdagangan, banyak narasi ayat-ayat al-Qur’an seakan ditujukan kepada para kaum pedagang. Sebagaimana W. Montgomery Watt mendeskripsikan: “kenyataan bahwa al-Qur’an pertama-tama ditujukan kepada kaum pedagang tercermin dalam bahasa dan gagasannya”. Lebih spesifik, pengungkapan perdagangan dalam al-Qur’an dapat ditemui melalui lafadz bai’ dan tijarah. Dalam tulisan berikut ini dipaparkan penelaahan secara tematis terhadap lafadz bai’ dan tijarah berikut derivasinya, yang dianalisis dengan menggunakan teori makkiyyah dan madaniyyah yang digagas oleh Thedore Noldeke dan dikaji secara hermeneutis. Kata kunci: Perekonomian, Al-Qur’an, Bai’, Tijarah
Zainal AbidinFiddian Khairudin
Nuraini NurainiKhairunnisa Khairunnisa