Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengungkapkan dan menguji secara empiris perbedaan persepsi terhadap etika bisnis oleh akuntan dan oleh mahasiswa, dan (2) untuk mengungkapkan kecukupan muatan etika dalam kurikulum pendidikan tinggi akuntansi berdasarkan pendapat akuntan dan mahasiswa. Pengujian tambahan dilakukan untuk mengetahui perbedaan persepsi terhadap etika bisnis oleh mahasiswa tingkat awal dan mahasiswa tingkat akhir, serta perbedaan persepsi terhadap etika bisnis di antara akuntan pendidik, akuntan publik, dan akuntan pendidik yang sekaligus sebagai akuntan publik. Analisis didasarkan pada respon dari 260 responden yang pengumpulan datanya melalui kuesioner yang penyebarannya dilakukan secara convenience. Tujuan pertama dicapai dengan menggunakan independent sample t-test dan Mann-Whitney U test untuk menguji beda dua rata-rata, serta One-Way ANOVA dan Kruskal-Wallis H untuk menguji beda lebih dari dua rata-rata. Hasil t-test untuk keseluruhan pertanyaan (32 item) tentang situasi pengambilan keputusan etis yang diajukan menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan dan persepsi mahasiswa terhadap etika bisnis, di mana akuntan mempunyai persepsi yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa. Hasil t-test lainnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan di antara persepsi mahasiswa tingkat awal dan persepsi mahasiswa tingkat akhir terhadap etika bisnis, di mana mahasiswa tingkat akhir mempunyai kecenderungan persepsi yang lebih baik dibandingkan dengan mahasiswa tingkat awal. Sedangkan hasil ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan di antara persepsi ketiga kelompok akuntan, dengan kecenderungan akuntan publik mempunyai persepsi yang paling baik dibandingkan yang lainnya. Tujuan kedua dicapai melalui jajak pendapat dengan mengajukan empat pertanyaan. Secara umum, berdasarkan mayoritas pendapat responden (77,5%), hasilnya adalah bahwa kurikulum pendidikan tinggi akuntansi dianggap belum cukup mampu memberikan bekal etika kepada mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja, walaupun beberapa mata kuliah yang diajarkan telah mencakup muatan etika. Untuk ini mayoritas responden mengusulkan untuk memperluas cakupan muatan etika dalam kurikulum akuntansi dengan mengintegrasikan ke mata kuliah-mata kuliah tertentu (33,55%) dan mengintegrasikan ke semua mata kuliah yang diajarkan (29,03%). The objectives of this research are (1) to explore and empirical examine differences perception of accountants and students on business ethics; and (2) to explore sufficiency of ethics contents in the accounting curriculum in the higher education based on the opinion of accountants and students. Further, we additional examine was done to know differences perception between senior students and freshman students on business ethics; and differences perception among educator accountants, public accountants, and educator accountants & public accountants on business ethics. The analysis was based on response from 260 respondent, in which the data collection used questionnaire. The questionnaire distributions was done with convenience. The first objective was achieved with used independent sample t-test and Mann-Whitney U test to examine differences of two of mean, and so one-way ANOVA and Kruskal-Wallis H to examine differences of more than two of mean. The result of t-test for all question (32 items) about ethical decision-making situations indicated significantly differences between perception of accountants and students on business ethics, which accountants have a tendency more good perception than students. Another t-test result indicated no significantly differences between perceptions of senior students and freshman students on business ethics, which seniors have a more good tendency than freshmen about this perception. The ANOVA result indicated no significantly differences among perception of groups of accountants on business ethics, which public accountants have a most good tendency. The second objective was achieved with a polling of opinion with proposed four of questions. The generally result, it based on a respondent opinion majority (77,5%), indicated that the accounting curriculum in the higher education is assumed not sufficient yet to grow up an ethics awareness for students to be involved into the work world, although a few of course had covered ethics values. Therefore, majority of respondent proposed to broad covering ethics contents in accounting curriculum with integration to special courses (33,55%) and integration to all courses which be taught (29,03%).
Chrisna SuhendiZullanita Zullanita
Murtanto MurtantoMarini Marini
M. Hari PurnomoWahjuny DjamaaRatna Agestia
Yana YulianaAnita WijayantiYuli Chomsatu
Syiar RinaldyAsbi AminAisyah Shalsabila