DISSERTATION

Hibah Antara Suami-Istri yang Mempunyai Perjanjian Perkawinan

Tanti Satyarini Malacca

Year: 2013 University:   Transplantation Vol: 3 Pages: 446-8   Publisher: Wolters Kluwer

Abstract

Hibah adalah suatu perjanjian dengan mana si penghibah di waktu hidupnya, dengan cuma-cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali, menyerahkan sesuatu benda guna keperluan penerima hibah yang menerima penyerahan itu. Setiap orang boleh memberikan dan menerima sesuatu sebagai hibah kecuali mereka yang oleh undang-undang dinyatakan tidak mampu untuk itu. Salah satu larangan penghibahan tercantum dalam pasal 1678 KUHPerdata, yaitu ; Dilarang adalah penghibahan antara suami isteri selama perkawinan mereka. Kemudian kalimat berikutnya mengatur, Namun ketentuan ini tidak berlaku terhadap hadiah-hadiah atau pemberian-pemberian berupa benda-benda bergerak yang berwujud, yang harganya tidak terlalu tinggi mengingat kemampuan si penghibah. \nPenelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif , yaitu tipe penelitian hukum terhadap bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder terutama yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. \nHibah antara suami istri yang mempunyai perjanjian perkawinan namun tidak di perjanjikan, berlaku pengecualian dalam kalimat berikutnya dalam pasal 1678 KUHPerdata. Namun apabila suami istri mempunyai perjanjian perkawinan dapat memperjanjikan tentang penghibahan di dalam perjanjian perkawinnya, seperti yang terdapat dalam pasal 168 KUHPerdata memperbolehkan hibah antara suami istri, apabila telah dituangkan dalam perjanjian perkawinan dan pasal 139 KUHPerdata menerangkan bahwa calon suami istri boleh menuangkan dalam perjanjian perkawinannya beberapa penyimpangan dari peraturan perundang-undangan dengan memperhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi. \nAkta hibah antara suami istri yang di buat dihadapan Notaris bertentangan dengan pasal 1678 KUHPerdata, ini dikarenakan notaris disini bersifat pasif atau diam, Notaris yang bersangkutan dapat dikenakan pasal 1365 KUHPerdata mengenai perbuatan melanggar hukum dan pasal 1246 KUHPerdata mengenai ganti rugi.

Keywords:
Humanities Physics Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Legal and Social Justice Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Marriage and Family Dynamics
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Legal Studies and Policies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

PERJANJIAN PERKAWINAN ANTARA SUAMI ISTRI BERDASARKAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN

Marsidah Marsidah

Journal:   Solusi Year: 2020 Vol: 18 (2)Pages: 218-228
JOURNAL ARTICLE

ANALISIS PASANGAN SUAMI ISTRI YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK DALAM MEMPERTAHANKAN PERKAWINAN

Iwan Yuda WibawaNuraini AsriatiIwan Ramadhan

Journal:   Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Year: 2022 Vol: 11 (5)
JOURNAL ARTICLE

Upaya Hukum Suami Istri Atas Perjanjian Perkawinan Yang Terlambat Dicatatkan

Rafiqa Awwalin NastitiAgus Sarono

Journal:   NOTARIUS Year: 2022 Vol: 16 (2)Pages: 823-838
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.